semua serba putih, mataku berat untuk membuka. aku merasakan hangat, cahaya putih tepat diatas ku sedang menyengat mata. berta seluruh tubuh. aahh disini bukan tempatku sepertinya? ya, bukan aku seharusnya tidak disini. perlahan aku menggerakkan tangan, yaahh jangankan tangan, mata aja ga bisa. haah, relung nafasku panjang, aku tertutup kembali.....
"kriing lalala kriiiiinnngg" alarm berbunyi, aku terbangun dari tidurku. tuhkaaan aku harusnya dirumah! lalu tadi dimana dong? tak perlu berlarut-larut karena mata full belek dan nyawa masih setengah aku sempoyongan menuju kamar mandi. untuk apa? ya mandi laaaaahh wooo aku harus sekolah.
seakan-akan waktu berlalu cepat sekali dan kini aku telah berada didalam kereta gojes gojes ngiiing deru melawan angin yang berlawanan. tidak terlalu menghiraukan bising kereta karena aku bersama teman-temanku. tiba-tiba rem kereta ditarik mendadak ckiiiiitttttt! seketika itu pun semua memiliki detak jantung yang sama deg . deg . deg . spontan saja tawuran antar sekolah bangsat itu terjadi. sialnya ini melanda gerbongku. aku dan yang lain refleks menghindar dengan sumpah serapah diiringi jeritan wanita ketakutan.
gir melayang diayun oleh sekola a, bangga terpancar dimukanya dengan modal gir saja? aku mencoba melangkah entah keberanian darimana datang aku mendorongnya lalu menahan sekola b untuk memukul. gertak maut, mungkin itu yang akan kulakukan sekarang. di bantu bapak-bapak yang telat dateng tapi cukup membantu aku dapat melerai mereka. teman-teman ikut menyumpahi para bajingan itu. yaahh kini damai kembali kereta dan dapat mengantar kami ke bogor
"dina, turun yu ntar kedorong bapak-bapak" seorang teman menyadarkanku. ahh aku menghayal ternyata. eh menghayal ga? tapi tadi beneran ada tawuran khan? "ehh tadi yang tawuran tuh siapa sama siapa sih?" tanyaku iseng. "a sama b, kurang kerjaan banget khan?" tuuh tawuran emang ada....
- ILLUSIANHA -
Senin, 14 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar